Bismillahirrohmanirrohim.. ...
Cinta yang menggebu-gebu, menjauhkan orang dari hal-hal yang berguna dalam hidupnya di dunia dan akhirat. Bencana duniawi dan ukhrawi akan lebih cepat menghanguskannya daripada cepatnya api menghanguskan kayu bakar. Sebab, kian penuh hati seseorang dengan cinta asmara, kian jauh orang itu dari ALLAH.
Cinta asmara merusak pikiran, membangkitkan keresahan. Selain merusak jiwa, cinta itu juga merusak fisik seseorang. Indera itu, seperti mata dan telinga, berfungsi tidak baik, sehingga dia tidak bisa melihat kejelekan dirinya atau kejelekan orang dicintainya. Sebuah ungkapan menyatakan, "Cinta membuatmu buta dan tuli." Hasrat yang menggebu-gebu menghalangi mata melihat sesuatu dengan jelas.
Cinta itu menyakitkan, diriwayatkan, saat berada di Arafah, Ibnu Abbas berjumpa dengan pemuda yang kurus kering , hingga tinggal kulit pembalut tulang. Beliau bertanya, "Ada apa dengan pemuda itu?" Orang-orang mengatakan, "Dia dimabuk cinta." Maka sepanjang hari itu Ibnu Abbas terus berdoa kepada ALLAH agar dilindungi dari hal tersebut.
Orang yang dimabuk cinta sangat menderita, ingatan tentang kekasih membuatnya sakit, jauh dari kekasih membuatnya kurus kering, dekat dengan kekasih membuatnya mabuk kepayang. cuit... cuit... penyakit mala rindu
Malam akan menggandakan penderitaannya, karena tidur sulit didapatkannya. Engkau mungkin ingin mengobatinya, tapi tiada obat obat yang manjur untuk menyembuhkan dan tiada hiburan yang menyenangkan.
(seorang penyair)
"KATANYA ENGKAU BOSAN SELALU DEKAT DENGAN KEKASIHMU
DAN BERJAUHANLAH YANG BISA MEMBALUT LUKA HATI MU ITU
TAPI OBAT ITU DAN OBAT LAINNYA TIDAK MENYEMBUHKANKU
MALAH AKU YAKIN BERDEKATANLAH YANG LEBIH BAIK BAGIKU."
Saat cinta baru tumbuh, segalanya terasa mudah dan indah. Setelah itu, muncullah rasa gelisah, resah, dan gundah gulana. Lalu, pada akhirnya, cinta bisa sangat merusak dan mematikan.
(seorang penyair)
"DIA DIMABUK CINTA ASMARA HINGGA LUPA DARATAN
JIKA SENDIRIAN, DIA TAK SANGGUP MENANGGUNGNYA
GELOMBANG BESAR DIANGGAPNYA RIAK YANG TENANG
DIA RENANGI HINGGA DIA TENGGELAM DIDALAMNYA."
Orang seperti itu hanya bisa mencela dirinya sendiri, sebab dia sendiri yang mencelakakan dirinya.
Ali ibn Abi Thalib mengatakan:
"JADILAH BAHAN BAKU KEBAJIKAN DAN MEMAAFKAN KESALAHAN ORANG
SEBAB, KAN KAU LIHAT DAN KAU DENGAR BUAH PERBUATANMU SENDIRI
JIKA MENCINTAI SESEORANG MENCINTAILAH WAJAR-WAJAR SAJA
SEBAB ENGKAU TAK TAHU KAPAN KAU BALIK MEMBENCINYA
JIKA MEMBENCI SESEORANG MEMBENCILAH WAJAR-WAJAR SAJA
SEBAB ENGKAU TAK TAHU KAPAN KAU BALIK MENCINTAINYA.
Sikap wajar dalam cinta, baik terhadap calon kita nanti atau pasangan kita sekarang, anak, harta, dan seterusnya. adalah sikap yang paling menyehatkan jiwa dan raga. Sikap ini membuat benturan akibat berpisah dengan objek cinta tersebut terasa lebih ringan.
Al-Hasan Al-Bashri mengatakan: "Pilihlah teman dan tempat mengobrol . Wajarlah dalam mencintai dan membenci. Orang yang terlalu berlebihan dalam mencintai orang lain, akan binasa karena cintanya. Orang yang terlalu dingin dalam mencintai orang lain, juga akan binasa karena cintanya."
Ingatlah Sahabat Fillah ku Jodoh itu rahsia ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA... ♥
☻♥ ☻
/█\ /█\
.||. ||.
SEKUAT mana kita setia...
SEHEBAT mana kita merancang...
SELAMA mana kita menunggu...
SEKERAS mana kita bersabar...
SEJUJUR mana kita menerima kekasih kita...
SELAMA mana kita bertahan bersamanya...
Jika ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA tidak menulis jodoh kita bersama orang yang kita sukai. Kita tetap tidak akan Bersama dengannya walau engkau bersusah payah mendapatkannya. Maka cintailah orang sewajarnya .... karena orang yang kita cintai belum pasti jodoh kita nanti, kadang yang engkau nilai baik untuk mu belum tentu baik untuk ALLAH. Seperti dalam firman ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.." (Qs.Al-Baqarah:216)
Yakinlah...Cinta Itu Akan Indah Pada Akhirnya
Ehmm... Cinta Hanya Selepas Akad...
Cinta yang menggebu-gebu, menjauhkan orang dari hal-hal yang berguna dalam hidupnya di dunia dan akhirat. Bencana duniawi dan ukhrawi akan lebih cepat menghanguskannya daripada cepatnya api menghanguskan kayu bakar. Sebab, kian penuh hati seseorang dengan cinta asmara, kian jauh orang itu dari ALLAH.
Cinta asmara merusak pikiran, membangkitkan keresahan. Selain merusak jiwa, cinta itu juga merusak fisik seseorang. Indera itu, seperti mata dan telinga, berfungsi tidak baik, sehingga dia tidak bisa melihat kejelekan dirinya atau kejelekan orang dicintainya. Sebuah ungkapan menyatakan, "Cinta membuatmu buta dan tuli." Hasrat yang menggebu-gebu menghalangi mata melihat sesuatu dengan jelas.
Cinta itu menyakitkan, diriwayatkan, saat berada di Arafah, Ibnu Abbas berjumpa dengan pemuda yang kurus kering , hingga tinggal kulit pembalut tulang. Beliau bertanya, "Ada apa dengan pemuda itu?" Orang-orang mengatakan, "Dia dimabuk cinta." Maka sepanjang hari itu Ibnu Abbas terus berdoa kepada ALLAH agar dilindungi dari hal tersebut.
Orang yang dimabuk cinta sangat menderita, ingatan tentang kekasih membuatnya sakit, jauh dari kekasih membuatnya kurus kering, dekat dengan kekasih membuatnya mabuk kepayang. cuit... cuit... penyakit mala rindu
Malam akan menggandakan penderitaannya, karena tidur sulit didapatkannya. Engkau mungkin ingin mengobatinya, tapi tiada obat obat yang manjur untuk menyembuhkan dan tiada hiburan yang menyenangkan.
(seorang penyair)
"KATANYA ENGKAU BOSAN SELALU DEKAT DENGAN KEKASIHMU
DAN BERJAUHANLAH YANG BISA MEMBALUT LUKA HATI MU ITU
TAPI OBAT ITU DAN OBAT LAINNYA TIDAK MENYEMBUHKANKU
MALAH AKU YAKIN BERDEKATANLAH YANG LEBIH BAIK BAGIKU."
Saat cinta baru tumbuh, segalanya terasa mudah dan indah. Setelah itu, muncullah rasa gelisah, resah, dan gundah gulana. Lalu, pada akhirnya, cinta bisa sangat merusak dan mematikan.
(seorang penyair)
"DIA DIMABUK CINTA ASMARA HINGGA LUPA DARATAN
JIKA SENDIRIAN, DIA TAK SANGGUP MENANGGUNGNYA
GELOMBANG BESAR DIANGGAPNYA RIAK YANG TENANG
DIA RENANGI HINGGA DIA TENGGELAM DIDALAMNYA."
Orang seperti itu hanya bisa mencela dirinya sendiri, sebab dia sendiri yang mencelakakan dirinya.
Ali ibn Abi Thalib mengatakan:
"JADILAH BAHAN BAKU KEBAJIKAN DAN MEMAAFKAN KESALAHAN ORANG
SEBAB, KAN KAU LIHAT DAN KAU DENGAR BUAH PERBUATANMU SENDIRI
JIKA MENCINTAI SESEORANG MENCINTAILAH WAJAR-WAJAR SAJA
SEBAB ENGKAU TAK TAHU KAPAN KAU BALIK MEMBENCINYA
JIKA MEMBENCI SESEORANG MEMBENCILAH WAJAR-WAJAR SAJA
SEBAB ENGKAU TAK TAHU KAPAN KAU BALIK MENCINTAINYA.
Sikap wajar dalam cinta, baik terhadap calon kita nanti atau pasangan kita sekarang, anak, harta, dan seterusnya. adalah sikap yang paling menyehatkan jiwa dan raga. Sikap ini membuat benturan akibat berpisah dengan objek cinta tersebut terasa lebih ringan.
Al-Hasan Al-Bashri mengatakan: "Pilihlah teman dan tempat mengobrol . Wajarlah dalam mencintai dan membenci. Orang yang terlalu berlebihan dalam mencintai orang lain, akan binasa karena cintanya. Orang yang terlalu dingin dalam mencintai orang lain, juga akan binasa karena cintanya."
Ingatlah Sahabat Fillah ku Jodoh itu rahsia ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA... ♥
☻♥ ☻
/█\ /█\
.||. ||.
SEKUAT mana kita setia...
SEHEBAT mana kita merancang...
SELAMA mana kita menunggu...
SEKERAS mana kita bersabar...
SEJUJUR mana kita menerima kekasih kita...
SELAMA mana kita bertahan bersamanya...
Jika ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA tidak menulis jodoh kita bersama orang yang kita sukai. Kita tetap tidak akan Bersama dengannya walau engkau bersusah payah mendapatkannya. Maka cintailah orang sewajarnya .... karena orang yang kita cintai belum pasti jodoh kita nanti, kadang yang engkau nilai baik untuk mu belum tentu baik untuk ALLAH. Seperti dalam firman ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.." (Qs.Al-Baqarah:216)
Yakinlah...Cinta Itu Akan Indah Pada Akhirnya
Ehmm... Cinta Hanya Selepas Akad...