Senin, 12 Maret 2012

Cara Mengobati Rakus dan Tamak


Ketahuilah bahwa obat ini terdiri dari tiga unsur: sabar, ilmu, dan amal. Secara keseluruhan terangkum dalam hal-hal berikut ini:
1. Ekonomis dalam kehidupan dan arif dalam membelanjakan harta.
2. Jika seseorang bisa mendapatkan kebutuhan yang mencukupinya, maka dia tidak perlu gusar memikirkan masa depan, yang bisa dibantu dengan membatasi harapan-harapan yang hendak dicapainya dan merasa yakin bahwa dia pasti akan mendapatkan rezeki dari Allah. Jika sebuah pintu rezeki tertutup baginya, sesungguhnya rezeki akan tetap menunggunya di pintu-pintu yang lain. Oleh karena itu hatinya tidak perlu merasa gusar.
وَكَأَيِّنْ مِنْ دَآبَّةٍ لاَ تَحْمِلُ رِزْقُهَا اللهُ يَرْزُقُهَا وَإيَّاكُمْ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
“Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Qs. Al-’Ankabut: 60)
3. Hendaklah dia mengetahui bahwa qana`ah itu adalah kemuliaan karena sudah merasa tercukupi, dan dalam kerakusan dan tamak itu ada kehinaan karena dengan kedua sifat tersebut, dia merasa tidak pernah cukup. Barangsiapa yang lebih mementingkan hawa nafsunya dibandingkan kemuliaan dirinya, berarti dia adalah orang yang lemah akalnya dan tipis imannya.
4. Memikirkan orang-orang Yahudi dan Nasrani, orang-orang yang hina dan bodoh karena tenggelam dalam kenikmatan. Setelah itu hendaklah dia melihat kepada para nabi dan orang shalih, menyimak perkataan dan keadaan mereka, lalu menyuruh akalnya untuk memilih antara makhluk yang mulia di sisi Allah ataukah menyerupai penghuni dunia yang hina.
5. Dia harus mengerti bahwa menumpuk harta itu bisa menimbulkan dampak yang kurang baik. Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wa sallam bersabda:
أُنْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَأَنَّهُ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللهِ عَلَيْكُمْ
Lihatlah orang yang di bawah kalian dan janganlah melihat orang yang di atas kalian, karena yang demikian itu lebih layak bagi kalian untuk tidak memandang hina nikmat yang Allah limpahkan kepada kalian.” (Hadits riwayat Muslim)
Hadits ini berlaku dalam urusan dunia. Adapun dalam urusan akhirat, maka hendaklah setiap muslim berlomba-lomba untuk mencapai derajat kedudukan tertinggi.
Penopang urusan ini adalah sabar dan membatasi harapan serta menyadari bahwa sasaran kesabarannya di dunia hanya berlangsung tidak seberapa lama untuk mendapatkan kenikmatan yang abadi, seperti orang sakit yang harus menunggu pahitnya obat saat menelannya, karena dia mengharapkan kesembuhan selama-lamanya.

Treat how greedy and ambitious

Know that this drug consists of three elements: patience, knowledge, and charity. In total embodied in the following cases:
A. Economical in the life and wisdom in spending a fortune.
Two. If someone can get a mencukupinya requirements, he need not worry about the future , who can be assisted by limiting expectations to be achieved and feel confident that he would get things from God. If a closed-door provision for it, surely things will continue waiting for the other doors. Therefore, his heart does not need to feel anxious.
وكأين من دآبة لا تحمل رزقها الله يرزقها وإياكم وهو السميع العليم
"And how many animals that do not (can) bring (provides) for you. It is Allah who gives sustenance to him and to you, and He is Hearing, Knowing. " (Surat Al-'Ankabut: 60)
3. Let him know that qana `ah is the glory because it is felt tercukupi, and the avarice and greed that have shame because of the nature of the second, he was not ever enough. Anyone who is more concerned than the glory of his desires, he or she is a person immature and thin ones.
4. Thinking of Jews and Christians, those who are humiliated and stupid because of drowning in pleasure. Then let him look to the prophets and Salih, heed the words and their condition, and sent his mind to choose between being a noble in the sight of Allah, or like the inhabited world, despised.
5. He should understand that the property slump could cause adverse effects. Heshallallahu 'alaihi wa sallam said:
أنظروا إلى من أسفل منكم ولا تنظروا إلى من هو فوقكم فأنه أجدر أن لا تزدروا نعمة الله عليكم
Look at the people below you, and do not see the person above you, because this is more eligible for you to not despised God bestow blessings to you. " (Hadith narrated by Muslim)
This hadith occurred in world affairs. As in matters of the Hereafter, let every Muslim racing to achieve the highest degree position.
Buttresses this business is patient and limiting expectations and realize that patience in the world target not only last as long for the eternal pleasure, such as a sick person who must wait for time to swallow the bitter medicine, because he expected healing forever.