Kamis, 15 Maret 2012

Hati Yang Di Persatukan...

Hati Yang Di Persatukan...


Pagi yang indah
kubuka tirai jendela kamarku
mengizinkan cahaya mentari yang sedari tadi mencari celah masuk
menyentuh setiap sudut kamarku
kamar yang sempat menjadi saksi bisu
kejadian-kejadian itu
rumah yang indah, keluarga yang indah
meski harus rela berbagi dalam keterbatasan...


Berbagi kamar dengan kakakku
awalnya itu menyenangkan, dengan segala canda tawa
dengan segala kisah-kisah manis yang disuguhkannya padaku
yang menghangatkan hati

Hingga kenyataannya...
kami harus benar-benar berbagi
dan kali ini ia yang mengalah untukku
jujur, aku tak menginginkan yang seperti ini
namun keadaan memaksa

Inikah pengorbanan...?

Pengorbanannya untuk melepas pendidikan demi sang adik
atau pengorbanan sang adik yang menjadi tempat pelampiasannya setelah itu?
pelampiasan karena rasa penyesalannya untuk menjadi yang dikorbankan
rasa penyesalan itu timbul
bagai api yang menyala di hutan gersang

Melahap seluruhnya
bara bara kebencian itu mulai menggerogoti hati
pengorbanan itukah yang menjadi alasannya ??
entahlah, hingga kinipun aku tak mengerti
kini kami bagai air dan api

Canda tawa itu
kisah-kisah manis itu
kini tiada lagi
kemarahan yang sungguh tak pahami
malam itu ia sakit

ya Allah....

akupun rasa sakit itu
tak tega melihatnya
lalu memberikan apasaja yang mampu jadi penawarnya
namun tangan kecil itu dikibaskan

sakit...
sungguh sakit
namun hati ini jauh lebih sakit
tertikam begitu dalam
namun rasa cinta itu
masih mampu meredam perih hati
rasa sayang itu
masih mampu menahan derasnya airmata yang kan jatuh

Apa yang bisa kuperbuat ya Robbii...??
segalanya salah dimatanya
tak kuasa ku menahan tangis
ingin kutukar apa saja dengan kasih sayangnya
ingin kubayar berapa saja demi hangat peluknya
aku cemburu ya Allah...
saat kulihat adik kakak yang lain bergandeng tangan
bersenda gurau mesra
cemburu yang sungguh menyakitkan

Kemana kasih sayang yang dulu begitu besar pergi?

mengapa ia tinggalkan ku dalam kamar yang penuh amarah ini?

Bertahun tahun berjalan begitu lambat
tanpa perubahan disaat2 akhir
ketika rasa putus asa itu benar2 merajai hati
ketika hati mulai memutuskan untuk menyerah
ketika fikiran mulai kehabisan ide tuk merebut hati sang kakak

Pertolongan Allah akhirnya tiba
aku tau janji-Mu pasti
ya Allah...
sungguh pasti
malam itu ia datang bersama suaminya

(amarah itu masih dibawa pergi bersamanya, bahkan setelah pernikahannya
setelah kamar, rumah kami tlah terpisah)

telah setahun ini aku menghindar darinya
berharap tak pernah berhubungan lagi dengannya
memperkecil kemungkinan perkelahian 'lagi'
namun malam itu berbeda
ia masuk ke kamarku
menghampiriku dalam tangisnya

Engkau lihat ya Allah...

hampir ia berlutut
meminta maafku
apa yang membuat ia berubah
sungguh aku tak peduli
dengan maaf yang sesungguhnya
dengan ikhlas yg benar2 ikhlas

Subhanallah....

sungguh besar kasih sayang-Mu
2 hati itu dipersatukan kembali

Bayang2 yang buatku tersenyum

betapa bodohnya kami dulu
Bertahun tahun dalam keangkuhan masing2
merasa diri paling benar
mengorbankan rasa cinta demi keegoisan
andai rasa gengsi itu tak kami kedepankan
mungkin tak perlu ber tahun2 untuk mempersatukan kembali hati2 itu

Pada mentari
tetaplah kau bersinar
bagikan cahayamu pada hati2 yang mendung
bagikan semangatmu pada jiwa2 yang mulai goyah

ya Allah....
satukan 2 hati ini dalam cinta
cinta yang sebenarnya
yang bermuara pada cinta-Mu
hilangkan keangkuhan dalam diri ini
yang dapat merusak kecintaan kami

saudariku...Aku mencintaimu karena-Nya..
Semoga bermanfaat dan penuh Kebarokahan dari Allah SWT