Assalamualaikum warohmatulloh wabarokatuh..
"Hubbud dunya wa zinatuha"
Sahabatku..saat ini ,kita seolah kehilangan figur pribadi yang sederhana,kondisi ekonomi yang sedang krisis tidak menyadarkan kita untuk kembali kepada gerakan hidup sederhana,justru sebaliknya masyarakat berlomba2 dalam menumpuk harta,tak peduli lagi mana yang haram,semua dikumpulkan hanya untuk memenuhi hawa nafsunya,kita telah terpedaya oleh budaya materialisme.
Rosululloh saw,menggambarkan dalam sebuah hadistnya bahwa.:"akan datang suatu masa`dimana sebagian umat islam perutnya tampak gemuk dan besar,mereka tidak dapat dipercaya dan juga tidak menepati janji"
,ini akibatpengarh adanya makanan haram yang ada didalam perutnya,sehingga akhlaknya tidak terpuji.
dari Imran bin Husain ra,berkata,Rosululloh saw bersabda:"sebaik-baik orang diantara kalian adalah yang hidup pada masaku,kemudian orang2 yang sesudahnya,dan orang2 sesudahnya lagi"
Imran bin Husain ra berkata,"saya tidak tahu pasti,apakah Rosul saw mengucapkan dua kali atau tiga kali"(Rosul saw bersabda lagi:"sesuda mereka akan datang suatu kaum yang mau menjadi saksi meskipun tidak diminta,mereka berkhianat dan tidak dapat dipercaya,mereka bernadzar(sumpah),tetapi tidak menepatinya,mereka tampak gemuk dan besar perutnya"(HR.Bukhari dan Muslim)
Budaya materialisme yang sedang mengepung kita adalah suatu penyakit yang apabila dibiarkan akan mengikis habis keimanan kita,ia adalah suatu penyakit keturunan dari penyakit cinta dunia(hubbud dunya)
terlalu cinta pada dunia adalah penyakit yang sangat berbahaya,penyakit ini muncul pada diri seorang muslim karna lemahnya IMAN,oleh sebab itu menyadarkan umat yang sedang terlena dalam ninabobo dunia adalah suatu keniscayaan,bila dibiarkan,umat islam berada diambang kehancuran.
kita harus menyadarkan kembali tentang hakikat dunia dan akhirat,
keimanan terhadap hari akhir harus dimunculkan,
Makin meningkat keimanan kita terhadap hari pembalasan,akan smakin takut kita bercengkerama dg dunia dan menumpuk harta.
dengan begitu,akan smakin tenang dalam memandang kehidupan.
sebaliknya,smakin tipis keimanan kita terhadap hari akhir dan hari pembalasan pasti akan smakin rakus dan jahat.
Mari kita bersama-sama mendidik anak-anak kita,generasi penerus bangsa dengan memberikan pendidikan agama yang lebih dan menjadikan mereka anak-anak sholeh,dizaman dahulu justru yang banyak menemukan berbagai ilmu dunia adalah orang-orang Alim dan hafidz AlQur'an.
Mulailah dari diri sendiri,keluarga juga lingkungan,jika semua umat islam bisa seperti ini,insyaalloh kedepan nanti akan banyak pemimpin yang takut pada ALLOH SWT,yang amanah jujur dan dapat di percaya...
sekian semoga bermanfat..
salam santun,keep istiqamah..
Wassalamualaikum warohmatulloh wabarokatuh...
"ARS"
(photo next generation)
"Hubbud dunya wa zinatuha"
Sahabatku..saat ini ,kita seolah kehilangan figur pribadi yang sederhana,kondisi ekonomi yang sedang krisis tidak menyadarkan kita untuk kembali kepada gerakan hidup sederhana,justru sebaliknya masyarakat berlomba2 dalam menumpuk harta,tak peduli lagi mana yang haram,semua dikumpulkan hanya untuk memenuhi hawa nafsunya,kita telah terpedaya oleh budaya materialisme.
Rosululloh saw,menggambarkan dalam sebuah hadistnya bahwa.:"akan datang suatu masa`dimana sebagian umat islam perutnya tampak gemuk dan besar,mereka tidak dapat dipercaya dan juga tidak menepati janji"
,ini akibatpengarh adanya makanan haram yang ada didalam perutnya,sehingga akhlaknya tidak terpuji.
dari Imran bin Husain ra,berkata,Rosululloh saw bersabda:"sebaik-baik orang diantara kalian adalah yang hidup pada masaku,kemudian orang2 yang sesudahnya,dan orang2 sesudahnya lagi"
Imran bin Husain ra berkata,"saya tidak tahu pasti,apakah Rosul saw mengucapkan dua kali atau tiga kali"(Rosul saw bersabda lagi:"sesuda mereka akan datang suatu kaum yang mau menjadi saksi meskipun tidak diminta,mereka berkhianat dan tidak dapat dipercaya,mereka bernadzar(sumpah),tetapi tidak menepatinya,mereka tampak gemuk dan besar perutnya"(HR.Bukhari dan Muslim)
Budaya materialisme yang sedang mengepung kita adalah suatu penyakit yang apabila dibiarkan akan mengikis habis keimanan kita,ia adalah suatu penyakit keturunan dari penyakit cinta dunia(hubbud dunya)
terlalu cinta pada dunia adalah penyakit yang sangat berbahaya,penyakit ini muncul pada diri seorang muslim karna lemahnya IMAN,oleh sebab itu menyadarkan umat yang sedang terlena dalam ninabobo dunia adalah suatu keniscayaan,bila dibiarkan,umat islam berada diambang kehancuran.
kita harus menyadarkan kembali tentang hakikat dunia dan akhirat,
keimanan terhadap hari akhir harus dimunculkan,
Makin meningkat keimanan kita terhadap hari pembalasan,akan smakin takut kita bercengkerama dg dunia dan menumpuk harta.
dengan begitu,akan smakin tenang dalam memandang kehidupan.
sebaliknya,smakin tipis keimanan kita terhadap hari akhir dan hari pembalasan pasti akan smakin rakus dan jahat.
Mari kita bersama-sama mendidik anak-anak kita,generasi penerus bangsa dengan memberikan pendidikan agama yang lebih dan menjadikan mereka anak-anak sholeh,dizaman dahulu justru yang banyak menemukan berbagai ilmu dunia adalah orang-orang Alim dan hafidz AlQur'an.
Mulailah dari diri sendiri,keluarga juga lingkungan,jika semua umat islam bisa seperti ini,insyaalloh kedepan nanti akan banyak pemimpin yang takut pada ALLOH SWT,yang amanah jujur dan dapat di percaya...
sekian semoga bermanfat..
salam santun,keep istiqamah..
Wassalamualaikum warohmatulloh wabarokatuh...
"ARS"
(photo next generation)
![]() |
| Add caption |
