KASIH IBU TAK BERTEPI....
Seorang suami istri dan seorang bayi mengalami kecelakaan dijalan tol ketika mobil yang mereka naiki hilang keseimbangan hingga menerobos pembagi jalan dengan benturan yang maksimal. Mobilnya hancur total.
Ditempat duduk sopir,si suami telah terkulai,badannya telungkup pada stir,dia meninggal dengan cedera parah pada tubuh dan kepalanya.
Di sebelahnya pula si istri sedang bergelut dengan kematian,tubuhnya terjepit diantara tempat duduk dengan rapat. Pipinya tertusuk-tusuk kaca cermin depan yang pecah. Kulit dahinya terkoyak hingga menampakkan putih tulang tengkoraknya akibat benturan yang sangat keras. Tulang bahu kanannya patah,tercongkel keluar mengoyak daging dan kulit bahunya,tangannya terkulai.
Pada saat darah pekat mengucur keluar dari tubuhnya dan kesakitan yang tidak mampu dibayangkan dengan kata-kata,dengan penuh lunglai dia meminta untuk diberikan padanya anaknya yang terselamat,bayi itu masih dalam gendongan sedang menangis keras.
Si Ibu dengan lelehan air mata bercampur darah,dalam tangisan pilu penuh sayu mendekap anaknya seakan tidak mau berpisah dengan jantung hatinya. Dalam seribu kepayahan,si ibu pada saat itu menyingkap bajunya dan menyusui anaknya. Dalam sisa-sisa nafasnya itu ia memeluk anaknya,merangkul erat dan disuapkan lautan kasih sayang dalam aliran air susunya kepada mulut imut.
Kasih ibu seputih susu sebening firdausi. Dalam nafas sukar itu dada si ibu berombak-ombak,nafasnya tersekat-sekat... sesaat kemudian dia memejamkan matanya yang menangis,rohnya berangkat pergi buat selama-lamanya. Meninggalkan anaknya bersama tangisan memanjang dalam kasih yang tidak kesampaian...
Peristiwa ini menitipkan secuil kisah ajaib tentang kasih ibu pada anaknya. Tentang harga kasih seorang ibu. Luasnya Rahmat Ilahi.
***
Seorang ibu, ALLAH memberikan mereka 'rahim' karena mereka kaya dengan kasih sayang. Dalam belaian mereka kita bernafas, dalam kasih mereka kita membesar dan dalam pengorbanan mereka kita ada pada hari ini.
Ketika kita sedang berada dipuncak putaran hidup,mereka meratah usia kian tua. Mereka tidak lagi bernafsu untuk makan atau hiburan lain seperti kita,kegembiraan begitu terbatas buat mereka pada usia begini.
Namun mereka punya ingatan indah dengan kita. Kita yang digumul sewaktu kecil sehingga dengannya kita tidak merasa kesunyian. Ketika demam mereka tidak tidur sepanjang malam berjaga. Ketika ketakutan mereka memeluk erat menenangkan kita hingga bisa melelapkan mata. Ketika dalam proses membesar,kita meminta itu dan ini. Kita mungkin mendapat semua atau sebagiannya,tetapi kita tidak pernah tahu cerita dibalik semua itu mungkin ada kesukaran yang tak diceritakan.
Saya pernah terjumpa seorang ibu yang menangis terisak-isak disebuah masjid karena tidak punya uang yang cukup untuk membayar iuran yang diminta oleh anaknya. Diam tidak punya sejumlah uang itu dan dia tidak memberitahukan ini kepada anaknya... Itulah yang mereka ada,ingatan indah bersama kita.
Tetapi malangnya kenangan itu hanya dipihak mereka sedangkan kita tidak mengingatinya lagi karena sedang sibuk dengan urusan dunia yang tak pernah habis-habis.
Dititik perselisihan inilah menjadikan mereka terabaikan. Mereka melalui hari-hari yang kosong tanpa ingatan anak-anak,melalui malam-malam sepi tanpa sinar belaian cahaya mata dan mereka berada disebelah dunia yang terasing menghitung sisa-sisa hari dengan butir tasbih sunyi sebelum berangkat pergi kealam barzakh dialam lain buat selama-lamanya.Perihnya mereka dipenghujung usia sedang warna hidup kita meriah sekali dengan derai tawa ria rekan-rekan dan limpahan kesenangan yang gemerlap.
Marilah dengan jujur bertanya; Kapan kali terakhir kita menghubungi mereka? Kapan kali akhir kita mendoakan mereka setulus hati? Kapan kali akhir kita menuturkan sayang dan rindu pada mereka? Kapan kali akhir kita peduli tentang masalah mereka? Kapan kali akhir kita berjenaka dan mereka ketawa?
Kapan kali terakhir kita bersalaman untuk pulang,mereka memeluk dan didalam hati mereka ada getar begitu sukar melepaskan kita pergi?
Carilah jawaban dalam selaut rasa,biarkan hati yang berbicara tanpa sesiapapun memaksa,semoga nanti kita menghargai sesuatu yang paling bernilai... hati seorang ibu dan perasaan seorang bapak!
Dibalik semua ini adalah mencari ridha mereka,disana ada ridha ILAHI dalam jambangan ketenangan yang hakiki.
***
"Dan Robb-mu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapak mu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaan mu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhan ku, kasihilah mereka keduanya,sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil."
Dan dari Abu Hurairah,dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam,beliau bersabda;
"Celaka,sekali lagi celaka,dan sekali lagi celaka orang yang mendapatkan kedua orangtuanya berusia lanjut,salah satunya atau kedua-duanya,tetapi (dengan itu) dia tidak masuk surga."
(HR.Muslim-Syarah Riyadhush Shalihin juz 2 halaman 10/320)
( Di kutip dari majalah mutiara amaly )