Keindahan itu ada Waktunya
Sahabat saudaraku...
Jangan lelah menengadahkan tanganmu.
Sebab Ia takkan lelah memberimu.
Jangan lelah ucapkan pintamu.
Sebab Ia takkan letih mendengarkanmu.
Jangan ragu ketika menaruh harapmu.
Sebab Ia Maha Punya untuk memberimu.
Jangan putus asa ketika detik ini membuat berjarak adanya
Jangan bersedih ketika janji suci itu belum menjadi nyata
Semua akan ada waktunya
Sebuah skenario indah dari Sang Maha Cinta
Tegarkan saja hatimu hingga saatnya Ia membuat kalian jumpa
Sisi kirimu selalu menggoda untuk menghapus hijab yang ada
Sisi kananmu selalu mencoba menguatkanmu ketika hatimu di coba
Kau belum menjadi milik sesiapa
Namun sejatinya Cinta 1 nama mesti kau jaga
Agar ia yang memilihmu takkan kecewa
Malah ia kan merasa bangga
Karena bidadarinya sungguh tak tersentuh sebelum ia
Tak sabar rasanya penat memenuhi dada
Tapi sekali lagi dan lagi bersabarlah
Jangan ikuti lena suara dan kata rayu para pujangga dusta
Ia yang ingin menjadi kumbang para perawan hawa
Yang setelah kenyang sepah di campakannya
Kini persiapkan dirimu dulu saja
Untuk menjadi kawan kala berjalan
Utuk menjadi sahabat kala penat merambat
Untuk menjadi istri sekaligus bidadari seorang suami
Untuk menjadi ibu dari titipan Ilahi Yang Maha Agung
Adam mu kan datang..
Secepat yang tak kau tau
Sedekat yang tak kau kira
Sahabat saudaraku...
Jangan lelah menengadahkan tanganmu.
Sebab Ia takkan lelah memberimu.
Jangan lelah ucapkan pintamu.
Sebab Ia takkan letih mendengarkanmu.
Jangan ragu ketika menaruh harapmu.
Sebab Ia Maha Punya untuk memberimu.
Jangan putus asa ketika detik ini membuat berjarak adanya
Jangan bersedih ketika janji suci itu belum menjadi nyata
Semua akan ada waktunya
Sebuah skenario indah dari Sang Maha Cinta
Tegarkan saja hatimu hingga saatnya Ia membuat kalian jumpa
Sisi kirimu selalu menggoda untuk menghapus hijab yang ada
Sisi kananmu selalu mencoba menguatkanmu ketika hatimu di coba
Kau belum menjadi milik sesiapa
Namun sejatinya Cinta 1 nama mesti kau jaga
Agar ia yang memilihmu takkan kecewa
Malah ia kan merasa bangga
Karena bidadarinya sungguh tak tersentuh sebelum ia
Tak sabar rasanya penat memenuhi dada
Tapi sekali lagi dan lagi bersabarlah
Jangan ikuti lena suara dan kata rayu para pujangga dusta
Ia yang ingin menjadi kumbang para perawan hawa
Yang setelah kenyang sepah di campakannya
Kini persiapkan dirimu dulu saja
Untuk menjadi kawan kala berjalan
Utuk menjadi sahabat kala penat merambat
Untuk menjadi istri sekaligus bidadari seorang suami
Untuk menjadi ibu dari titipan Ilahi Yang Maha Agung
Adam mu kan datang..
Secepat yang tak kau tau
Sedekat yang tak kau kira