Jumat, 16 Maret 2012

KETIKA QOLBU BERBICARA PADAKU

 KETIKA QOLBU BERBICARA PADAKU 

Berbahagialah dengan ujian hidup.... kawan.

"Seorang hamba akan tetap berada dalam kebaikan selama ia masih bisa menasehati dirinya sendiri dan selalu memelihara untuk menghitung-hitung dirinya sendiri."
(Hasan Al Bashri)

ALLAH tidak pernah menjanjikan hari-hari kita berlalu tanpa sakit, berhias tawa tanpa kesedihan, berselimut senang tanpa kesulitan, terpancari matahari tanpa hujan, atau siang tanpa malam.
Tapi yang pasti....
Jika kita mau, ALLAH menjanjikan kita dengan kasih sayang-Nya yang tak kenal batas dan tak pernah berhenti.
Jika kita mau, ALLAH memberikan pelita pada kita untuk melalui hidup ini dengan selamat.

Kawan...
janji-janji itu harus kita rengkuh
Kita harus menapaki langkah demi langkah untuk memperoleh kekuatan yang ALLAH janjikan
Agar kita dapat menuju kasih sayang ALLAH.
Agar pelita itu bisa kita genggam
Agar kasih sayang yang ia janjikan bisa mengalir membasahi jiwa.

Kawan...
Ketuklah pintu hati kita masing-masing
Buka doa bicaralah pada-Nya
Kesulitan dan kepahitan adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan.
Nasihatilah jiwa, pahamkan keinginannya, agar tetap berada pada jalan ALLAH betapapun keadaannya.

"Seorang hamba akan tetap berada dalam kebaikan selama ia masih bisa menasehati dirinya sendiri dan selalu memelihara untuk menghitung-hitung dirinya sendiri."
(Hasan Al Bashri, Iqhatsatul Lahafan, Ibnu Qoyim, 71)

Keselamatan hidup ada pada seberapa mampu kita mengawal dan memelihara jiwa kita dalam menempuh hidup.
Buka kembali kisah-kisah para salafus-sholih yang kerap memeriksa dan memelihara langkah-langkah kehidupannya.

Semoga kita diberi kemampuan untuk jujur menilai diri sendiri
Terbuka, menerima dan pasrah
Jangan biarkan hati ternoda oleh kedustaan yang kita adakan sendiri.

Jangan jadikan jiwa kita cacat oleh kebohongan yang kita munculkan sendiri.
Biarkanlah hati kita bicara tentang diri kita sendiri.

Kawan...
Jangan sekali-kali melawan suara hati, apalagi menyelewengkan nurani apalagi berdusta pada diri sendiri
Kepekaan seseorang untuk mendeteksinya ada pada kekuatan imannya kepada ALLAH.
Berlaku jujur ketika akan membawa kesulitan boleh jadi berat
Sedangkan berdusta ketika membawa keuntungan sementara mungkin nikmat.
Tapi tahanlah kesulitan yang sedikit
Biarlah tubuh menahan berat yang tak seberapa, asal itu membawa kenikmatan besar dan kebaikan yang banyak.

Jauhi kenikmatan yang sedikit bila itu akan berakibat pada rasa sakit dan kesesatan yang panjang.

Bohong adalah kemaksiatan yang boleh jadi terasa nikmat awalnya, tapi selanjutnya pasti ia akan membawa dampak buruk dan menyakitkan.

Semoga ALLAH melimpahkan kepada kita kekuatan untuk mampu memikul sakit dan beratnya melakukan ketaatan yang sedikit untuk bisa meraih kebaikan dan keringanan diakhirat.

Kawan...
Ketaatan tak selalu menjanjikan jalan hidup yang mulus bahkan bisa jadi sebaliknya.
Tingkat ketaatan seseorang akan sepadan dengan tingkat kesulitan yang dialaminya.

Betapun usaha kita, tetaplah ingat bahwa suatu saat kita pasti akan mengalami suasana yang tidak kita inginkan.

Maka ketika suasana itu kita masuki, pahamilah bahwa kondisi tidak menyenangkan akan menghampiri hidup kita, dalam hal apapun, sesungguhnya laksana "polisi tidur" yang fungsinya sekedar memperlambat perjalanan.

Ia hanya memperlambat sedikit saja perjalanan kita
Tetapi selanjutnya kita akan menikmati perjalan diatas jalan yang lebih rata.

Jangan tinggal terlalu lama saat berada di "polisi tidur"
Berjalanlah terus, melangkahlah terus
Ketika kita kecewa karena tidak memperoleh apa yang kita inginkan, terimalah... senyumlah dan bergemberilah.

Karena ALLAH pasti menyiapkan sesuatu yang lebih baik dan lebih indah
Saat terjadi sesuatu pada diri kita apakah itu baik, buruk, untung, rugi.
Pertimbangkan dan renungkan... karena pasti ada maksud disetiap kejadian.

Seseorang pernah bertanya pada Imam Syafii;
Mana yang lebih baik, orang yang tentram atau orang yang diuji?

Kemudian ia menjawab;
Seseorang tidak akan merasa tentram kecuali setelah ia diuji.

Ketika mereka bersabar, ALLAH menentramkan mereka, padahal tak seorang pun menyangka bahwa mereka dapat terlepas dari ujian itu.

Kita tidak boleh meminta ujian pada ALLAH
Namun bila ujian itu datang menghampiri kita berbahagialah...

Jadikan ia sarana yang mengingatkan kita untuk segera memperbaiki diri.