Jumat, 16 Maret 2012

MENYINGKAP SELIMUT DAN SHOLAT SUBUH


MENYINGKAP SELIMUT DAN SHOLAT SUBUH

Inilah ujian yang sesungguhnya. Ujian yang sangat sulit, namun bukan satu hal yang mustahil. Nilai tertinggi dalam ujian ini bagi seorang laki-laki adalah sholat Subuh secara rutin berjemaah di masjid. Sedangkan bagi wanita, sholat Subuh tepat pada waktunya di rumah. Setiap orang dianggap gagal dalam ujian penting ini, manakala mereka sholat tidak tepat waktu, sesuai yang telah ditetapkan Allah SWT.



Sikap manusia dalam menunaikan sholat fardhu cukup beragam. Ada yang mengerjakan sebahagian sholatnya di masjid, namun meninggalkan sebahagian yang lain. Ada pula yang melaksanakan sholat sebelum habis waktunya, namun dikerjakan di rumah.



Dan, Ada pula sebahagian orang yang mengerjakan sholat ketika hampir habis batas waktunya (dengan tergesa-gesa). Yang terbaik di antara mereka adalah yang mengerjakan sholat fardhu secara berjemaah di mushala/surau/masjid pada awal waktu.



Rasulullah s.a.w. telah membuat klasifikasi yang dijadikan sebagai tolok ukur untuk membezakan antara orang mukmin dengan orang munafik. Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a.d. d ia berkata bahawa Rasulullah s.a.w. Bersabda:

” Sesungguhnya sholat yang paling berat bagi orang munafik adalah sholat Isya’ Dan sholat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya sekalipun dengan merangkak. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).


Apabila Rasulullah SAW. meragukan keimanan seseorang, beliau akan menelitinya pada ketika sholat Subuh. Apabila beliau tidak mendapati orang tadi sholat Subuh (di masjid), maka benarlah apa yang beliau ragukan dalam hati.



Di sebalik pelaksanaan dua rakaat di ambang fajar ini, tersimpan rahsia yang menakjubkan. Banyak permasalahan yang bila dirujuk, bersumber dari pelaksanaan sholat Subuh yang diringan-ringankan. Itulah sebabnya, para sahabat Rasulullah SAW. sekuat tenaga agar tidak kehilangan waktu emas itu.



Pernah suatu hari, mereka terlambat shalat Subuh dalam penaklukan benteng Tastar. ‘Kejadian’ ini membuat seorang sahabat, Anas bin Malik r.a.d. selalu menangis bila mengingatnya. Yang menarik, ternyata Subuh juga menjadi waktu peralihan dari era jahiliyah menuju era tauhid. Kaum ‘Ad, Tsamud, dan kaum penderhaka lainnya, dilibas azab Allah SWT. pada waktu Subuh.



SEORANG penguasa Yahudi berkata: “Kami baru takut terhadap umat Islam jika mereka telah melaksanakan sholat subuh seperti melaksanakan sholat Jum'at.” (Buku Misteri Sholat Subuh oleh Dr Raghib As-Sirjani).



“Sungguh masjid-masjid di seluruh penjuru dunia ini merintih pedih dan mengeluh kepada Allah kerana dijauhi oleh majoriti kaum muslimin ketika sholat subuh sedang dilaksanakan. Kalau bukan kerana ketentuan Allah bahwa benda-benda mati itu tidak bisa bicara, tentu manusia dapat mendengar suara rintihan dan gemuruh tangis masjid-masjid itu mengadu kepada Rabbnya Yang Agung”. (Buku Keajaiban Sholat Subuh oleh Dr. Imad Ali Abdus Sami Husain).



Memang, tanpa sholat Subuh secara berjemaah, umat Islam tidak lagi berwibawa. Tak selayaknya kaum muslimin mengharapkan kemuliaan, kehormatan, dan kejayaan, bila mereka tidak memperhatikan sholat ini.



Bagaimana orang-orang muslim tidur di waktu Subuh, lalu dia berdoa pada waktu Dhuha atau waktu Zhuhur atau waktu petang hari (Asar), memohon kemenangan, keteguhan dan kejayaan di muka bumi. Bagaimana mungkin?



Sesungguhnya agama ini tidak akan mendapatkan kemenangan, kecuali telah terpenuhi semua syarat-syaratnya. Yaitu dengan melaksanakan ibadah, konsekwen dengan akidah, berakhlak mulia, mengikuti ajaran-Nya, tidak melanggar larangan-Nya, dan tidak sedikit pun meninggalkannya, baik yang ringan apalagi yang sangat penting.


Subhanallah! Allah SWT. akan mengubah apa yang terjadi di muka bumi ini dari kegelapan menjadi keadilan, dari kerusakan menuju kebaikan. Semua itu terjadi pada waktu yang mulia, ialah waktu Subuh. Berhati-hatilah, jangan sampai tertidur pada saat yang mulia ini.



Allah SWT. akan memberikan jaminan kepada orang yang menjaga sholat Subuhnya, yaitu dibebaskan dari siksa neraka jahanam. Diriwayatkan dari Ammarah bin Ruwainah r.a., ia berkata:
Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Tidak akan masuk neraka, orang yang sholat sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam matahari.” (HR. Muslim).



Sholat Subuh merupakan hadiah dari Allah SWT, tidak diberikan, kecuali kepada orang-orang yang taat lagi bertaubat. Hati yang diisi dengan cinta kemaksiatan, bagaimana mungkin akan bangun untuk sholat Subuh? Hati yang tertutup dosa, bagaimana mungkin akan terpengaruh oleh hadits-hadits yang berbicara tentang keutamaan sholat Subuh?



Orang munafik tidak mengetahui kebaikan yang terkandung dalam shalat Subuh berjemaah di masjid. Sekiranya mereka mengetahui kebaikan yang ada di dalamnya, niscaya mereka akan pergi ke masjid, bagaimanapun keadaannya, seperti sabda Rasulullah SAW.: ” Maka mereka akan mendatanginya, sekalipun dengan merangkak.”



Cuba kita bayangkan ketika ada seorang laki-laki yang tidak mampu berjalan, tidak ada orang yang membantu memapahnya. Dalam keadaan yang sedemikian rupa, ia bersikap keras mendatangi masjid dengan merangkak dan merayap di atas tanah untuk mendapatkan kebaikan yang terkandung dalam shalat Subuh berjemaah.



Sekiranya kita saksikan ada orang yang meninggalkan sholat Subuh berjamaah di masjid (dengan sengaja), maka kita akan mengetahui betapa besar musibah yang telah menimpanya.


Saudara2ku semua, artikel ini bukan untuk menuduh orang-orang yang tidak menegakkan sholat Subuh di masjid dengan sebutan munafik.



Allah SWT. Maha Mengetahui akan keadaan setiap muslim. Namun, sebaiknya hal ini dapat dijadikan sebagai bahan perbaikan bagi setiap individu (kita), orang-orang yang kita cintai, anak-anak, serta sahabat-sahabat kita. Sudahkah kita shalat Subuh berjamaah di masjid/musalla secara istiqamah?


Jika seseorang meninggalkan sholat Subuh dengan sengaja, maka kesengajaan tersebut adalah bukti nyata dari sifat kemunafikan. Barang siapa yang pada dirinya terdapat sifat ini, maka segeralah bermuhasabah dan bertaubat. Mengapa? Karena dikhuatiri akhir hayat yang buruk (su’ul khatimah) akan menimpanya. Nauzubillah minzalik! (HD).



Salah satu keutamaannya adalah Rasulullah SAW. mendoakan umatnya yang bergegas dalam melaksanakan sholat Subuh, sebagaimana disebutkan dalam hadis: “Ya Allah, berkatilah umatku selama mereka suka bangun subuh (yaitu mengerjakannya).” (Hadis riwayat Termizi, Abu Daud, Ahmad dan Ibnu Majah) Jika Rasulullah SAW. yang berdoa, maka tidak ada hijab di antara Baginda dengan Allah SWT. kerana Baginda sendiri adalah orang yang secara jasadiyah paling dekat dengan Allah SWT. Waktu Subuh adalah waktu yang paling baik untuk mendapatkan rahmat dan keridhoan Allah SWT.



Allah SWT berfirman maksudnya: “Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya, dan janganlah kedua matamu berpaling daripada mereka kerana mengharapkan perhiasan duniawi, dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya sudah Kami lalaikan daripada mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melampaui batas.” (Surah al-Kahfi, ayat 28)



Keutamaan sholat Subuh diberikan ganjaran pahala melebihi keindahan dunia dan seisinya, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam at-Termizi: “Dari Aisyah telah bersabda Rasulullah SAW, dua rakaat sholat Fajar pahalanya lebih indah daripada dunia dan seisinya.”Begitulah keistimewaan solat Subuh.

Apakah yang menghalang kita untuk menyingkap selimut dan mengakhiri tidur untuk melakukan sholat Subuh?


Diceritakan satu ketika Rasulullah SAW. sholat subuh di masjid Nabawi. Begitu pulang beliau mendapati puterinya Siti Fatimah masih tidur. Maka beliau pun membalikklan tubuh Fatimah dengan kakiknya, kemudian berkata: “Hai Fatimah, bangun dan saksikanlah rezeki Robbmu, karena Allah SWT. membagi-bagi rezeki para hamba antara shalat subuh dan terbitnya matahari”. ( HR.Baihaqi ).



Dilain waktu Rasulullah SAW. menjadi imam sholat subuh, Beliau tidak melihat Ali bin Abi Thalib RA. Khuwatir menantunya ini sakit, beliau langsung menuju rumahnya. Ketika bertemu dengan Siti Fatimah, mendapat penjelasan bahawa sangat asyiknya Ali, suaminya beribadah malam, maka sholat subuh dilakukan di rumah. Rasulullah SAW. kemudian berkata: “Sholat subuh yang dilakukan secara berjemaah (di masjid), lebih bagus daripada ibadah yang dilakukan seseorang sepanjang malam di rumah”.


Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim bahwa Rasulullah SAW. telah bersabda: “Barangsiapa yang melaksanakan sholat isya’ secara berjemaah , maka ia seperti sholat malam separuh malam. Dan barangsiapa yang melaksanakan sholat subuh secara berjemaah, maka ia seperti sholat malam satu malam penuh”. Sehingga Ibnu Umar r.a.d. pun menegaskan: “Sungguh, aku boleh melaksanakan sholat subuh secara berjemaah, itu lebih aku sukai daripada sholat malam semalam suntuk”. Sudah pasti yang paling baik adalah istiqamah sholat malam di rumah sesuai kemampuan dan ditutup dengan sholat subuh secera berjemaah di masjid…


Mari! saudara/i muslim semua, marilah kita biasakan sholat subuh di masjid secara berjemaah. Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita semua untuk mengamalkannya. Penuhkan masjid diwaktu sholat subuh supaya orang kafir akan kagum dengan kehebatan umat Islam. InsyaAllah kalau kita sama-sama berusaha kearah itu, tidak mustahil panji-panji Islam akan subur menghijau dibumi Allah ini.


Tiada yang mustahil dan kita tidak perlu ragu-ragu dengan pertolongan Allah SWT, insyaAllah...

Wallahua’alam.

[untukku dan untukmu]